Kamis, 27 Januari 2011

BERSIKAP DEWASA

BENAR-BENAR DEWASA ATAU SOK DEWASA.
Hai sahabat RUMAH TUJUH yang asik gila! Setelah kemarin memposting artikel mengenai ______ ,sekarang saya mau kembali mengisi artikel mengenai Psikologi. Dengan title DEWASA atau SOK DEWASA, saya bukan ingin mengulas dari pengalaman siapa-siapa. Saya hanya tiba-tiba berpikir akan mengangkat ARTIKEL ini setelah mengalami masa-masa sulit (lebay) saat saya sedang berada pada masa transisi antara menuju dewasa. Dan sampai saat ini saya juga belum tau saya sudah dewasa atau belum (Hehehe)
Saya pun mengadaptasi artikel di salah satu majalah OLGA! Yang membahas mengenai Dewasa Atau Sok dewasa, dan saya pun mendapatkan banyak pelajaran darinya. Semoga kawan-kawan RUMAH TUJUH juga demikian!
DEWASA KARENA IKUT IKUTAN
Dewasa itu nggak sekedar ikut-ikutan, tapi tahu apa maksud dibalik tingkah lakumu. Ikut merokok, sok-sok meniru adegan seksi ala artis-artis idola, ikutan dugem, party, hangout sampai malam bareng teman-teman, pakai mascara atau blush on ke kampus biar telihat cantik di antara teman-teman. Ini keren karena semua orang bilang ini keren!
Bukan hal seperti itu yang bisa disebut dewasa. Sikap nggak mau mengalah dan pengen menang sendiri, tahu ada peraturan yang mengekang sedikit kesenangan pribadi langsung deh protes habis-habisan. Kamu bisa kok menjadi dewasa tanpa harus ikut-ikutan. Kalau teman-temanmu bilang keren, bukan berarti memang keren seperti adanya kan? Semua itu harus diseleksi dulu dan dipikirkan baik-baik.

CARA BERPIKIR
Kalau kamu berpikir kedewasaan itu harus memendam perasaan, bergaya seperti kakakmu atau orang yang kamu anggap dewasa, atau hanya sekedar bisa mengerti benar dan salah itu apa, itu nggak cukup!
Dewasa itu butuh pemikiran yang matang dan nggak sekedar asal berpikir tanpa membandingkan dengan keadaan disekitarnya. Banyak juga loh cewek atau cowok yang dari segi umur sudah dewasa, tapi cara berpikirnya nggak dewasa. Seringkali mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka anggap benar menurut mereka sendiri tanpa memperhatikan efeknya untuk orang di sekitarnya.

TERPAKSA DEWASA
Kali ini bukan seseorang yang memaksakan dirinya untuk dewasa secara sadar, tapi karena keadaan dan situasi yang mengharuskannya dewasa sebelum waktunya. Nggak sedikit anak-anak yang terpaksa menafkahi keluarganya karena kekurangan uang untuk biaya sekolah, cewek-cewek belasan tahun yang dijual sebagai wanita tuna susila, atau cewek yang harus menggantikan posisi ibu di rumah karena si ibu sudah meninggal. Inilah realita hidup.
Semua hal terjadi karena suatu sebab, nggak ada hal yang direncanakan di sini. Karena itulah, Syukurilah waktu hangout-mu, teman-temanmu, keluargamu yang masih utuh, saat ini.

DEWASA ITU PILIHAN HIDUP
Dewasa itu mengerti segala resiko dan konsekuensi dari tindakannya. Tapi mengerti saja tidak cukup, harus bertanggung jawab atas apa yang sudah pernah dilakukan. Kamu tahu kalau kebanyakan hang out sampai malam bisa bikin jam tidur dan belajarmu terganggu, tapi kamu nggak siap dan depresi ketika nilai ujianmu jeblok, hubunganmu dengan orang tua bakalan berantakan. Bisa dan berani memutuskan saja tidak cukup, perlu tanggung jawab besar untuk menanggung segala akibat dan resiko dari keputusan itu sendiri

Jadi sobat RUMAH TUJUH, semua kembali ke kamu lagi, pengen sekedar terlihat dewasa dengan segala dandan luarmu saja atau memang dewasa dari sikapmu. Santai aja, kawan. Kedewasaan itu akan datang tepat pada waktunya seiring banyaknya peristiwa yang terjadi dalam hidupmu. Ambil pelajaran dari segala kesedihan dan kebahagiaan yang terjadi dan jangan paksakan diri kamu dewasa sebelum waktunya.

2 komentar:

  1. gak cukup kalo hanya qmu dan Tuhan !

    BalasHapus
  2. kok bisa? cukup kok... Tuhan udah sangat baik. dan aku cuma butuh dia.. liat deh, tuhan ngasih aku hidup, teman teman dan saudara macam kalian, kebahagiaan, uang, daaaaaaaaaaannn semuanya.. baik kan dia? kalo ga ada dia, aku ga tau deh jadi apa...

    BalasHapus

JANGAN CUMA BACA YA TEMAN, TINGGALKAN JEJAKMU DENGAN BERKOMENTAR (KALAU BISA JANGAN ANONIM YA) MAKASIH